Ustaz Riza Bayar ART di Atas UMR Plus Sekolah

Ustaz Riza Bayar ART di Atas UMR Plus Sekolah

Ustaz Riza Bayar ART di Atas UMR Plus Sekolah

Ustaz Riza Bayar ART di Atas UMR Plus Sekolah

Ustaz Riza membuka suara mengenai kesejahteraan puluhan asisten rumah tangga (ART) di kediamannya. Pria yang dikenal sebagai pendakwah muda ini mengaku memiliki lebih dari 30 ART. Namun ia menegaskan tidak pernah memperlakukan mereka layaknya bawahan biasa. Justru para pekerja tersebut mendapatkan hak istimewa yang jarang dimiliki oleh pembantu rumah tangga lainnya.

Lebih dari 30 ART: Bukan Sekadar Jumlah

Ustaz Riza menjelaskan bahwa jumlah ART yang banyak bukanlah untuk pamer atau gaya-gayaan. Baginya, ini adalah amanah besar yang harus dikelola dengan hati. Setiap individu di rumahnya memiliki tanggung jawab yang jelas, serta jam kerja yang manusiawi. Ia menyadari bahwa mempekerjakan banyak orang berarti harus memikirkan nasib mereka layaknya keluarga sendiri.

Menurut Ustaz Riza, awal mula memiliki banyak ART berawal dari niat membantu kerabat yang kesulitan ekonomi. Ia lalu memberdayakan mereka agar memiliki penghasilan tetap. Namun seiring waktu, kebutuhan rumah tangga yang kompleks membuat ia memberdayakan lebih banyak tenaga. Meski begitu, prinsip keadilan selalu ia terapkan dalam setiap kebijakan.

Lebih lanjut, Ustaz Riza menuturkan bahwa setiap ART yang bergabung harus melalui proses seleksi ketat. Bukan hanya soal keahlian, tetapi juga integritas dan kesediaan untuk belajar. Ia ingin membangun tim yang solid dan saling menghargai. Sebab, lingkungan kerja yang nyaman akan menghasilkan pelayanan terbaik untuk keluarga.

Komitmen Gaji di Atas UMR

Ustaz Riza memastikan bahwa setiap ART yang bekerja di rumahnya menerima gaji yang jauh di atas Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku. Ia menerapkan standar upah yang layak, bahkan jika dibandingkan dengan pekerja kantoran. Kebijakan ini ia ambil karena ia memahami mahalnya biaya hidup zaman sekarang. Menurutnya, memberikan upah layak adalah wujud penghormatan terhadap kerja keras mereka.

Perhitungan gaji dilakukan secara transparan setiap awal bulan. Ustaz Riza tidak pernah menunda pembayaran ataupun memotong pendapatan tanpa alasan jelas. Bahkan, ia sering menambahkan bonus insentif ketika pekerjaan berjalan lancar. Anak-anaknya pun diajarkan untuk tidak merendahkan para ART, melainkan menyayangi mereka seperti kakak atau adik sendiri.

Di luar gaji pokok, Ustaz Riza juga memberikan tunjangan hari raya dan bonus tahunan. Angka pastinya memang tidak ia sebutkan secara detail. Namun ia memastikan bahwa nominalnya selalu lebih besar dari standar yang ditetapkan pemerintah. Inilah bentuk komitmen nyata untuk memutus mata rantai eksploitasi terhadap pekerja rumah tangga.

Jaminan Biaya Sekolah hingga Perguruan Tinggi

Ustaz Riza juga menanggung seluruh biaya pendidikan bagi anak-anak dari para ART-nya. Mulai dari seragam, buku, uang sekolah, hingga uang saku harian. Tidak berhenti di situ saja, ia pun membuka peluang beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi. Hal ini ia lakukan agar generasi berikutnya tidak mewarisi kemiskinan dari orang tua mereka.

Bahkan, Ustaz Riza menyediakan kendaraan antar-jemput khusus untuk anak-anak ART yang bersekolah di luar kompleks. Ia juga mempekerjakan guru les privat untuk membantu kesulitan belajar mereka di rumah. Setiap akhir semester, ia selalu menanyakan perkembangan nilai akademis mereka. Apabila ada yang kurang, ia langsung mencarikan solusi bersama orang tua dan guru.

Tidak hanya pendidikan formal, ia pun memasukkan anak-anak tersebut ke kursus keterampilan. Beberapa di antaranya belajar bahasa Inggris, komputer, atau bahkan pelatihan kepemimpinan. Semua biaya ini ia tanggung penuh tanpa syarat apa pun. Tujuan utamanya sederhana, yaitu mencetak generasi mandiri yang bermanfaat bagi banyak orang.

Fasilitas Hidup yang Layak dan Sehat

Ustaz Riza menegaskan bahwa ART tidak tinggal di kamar sempit atau tempat kumuh. Mereka menempati kamar khusus dengan kasur nyaman, lemari pakaian, dan pendingin udara. Setiap kamar juga dilengkapi kamar mandi dalam yang bersih. Ia ingin setiap pekerja beristirahat dengan tenang setelah beraktivitas seharian.

Konsumsi makanan sehari-hari juga ia pastikan bergizi dan sehat. Mereka makan bersama keluarga di meja makan yang sama, bukan di dapur terpisah. Menu yang disajikan selalu mengandung sayur, protein hewani, dan buah-buahan segar. Kebiasaan ini mencerminkan nilai kesetaraan yang ia junjung tinggi di lingkungan rumahnya.

Setiap ART juga mendapat jaminan kesehatan. Ustaz Riza mendaftarkan mereka dalam program BPJS Kesehatan dengan iuran rutin yang dibayarkan oleh dirinya. Ketika ada anggota yang sakit, ia langsung membawa ke rumah sakit terdekat tanpa mempertimbangkan biaya. Menururnya, kesehatan adalah hak asasi yang tidak boleh diabaikan oleh majikan mana pun.

Membangun Budaya Saling Menghargai

Ustaz Riza memberikan aturan bebas namun tetap menjaga etika dan sopan santun. Ia memberikan kebebasan kepada mereka untuk beribadah, beristirahat, serta berkomunikasi dengan keluarga luar. Hari libur mingguan pun diatur secara bergiliran sehingga setiap ART punya waktu bersosialisasi. Ketenangan bekerja selalu dimulai dari lingkungan yang saling percaya.

Setiap pagi diadakan briefing singkat selama 15 menit untuk membahas tugas harian. Dalam sesi ini, Ustaz Riza mendengarkan keluhan serta masukan dari para ART. Ia tidak pernah marah ketika ada kesalahan, melainkan membimbing dengan pelan. Pendekatan ini terbukti meningkatkan loyalitas dan produktivitas kerja mereka.

Bagi Ustaz Riza, memiliki banyak ART adalah ladang pahala yang tidak ternilai. Ia selalu mengingatkan anak-anaknya agar tidak berkata kasar ataupun merasa lebih tinggi status sosialnya. Sebab, perbedaan peran di rumah bukan berarti perbedaan derajat di hadapan Tuhan. Semua manusia adalah sama, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.

Dampak Positif bagi Lingkungan Sekitar

Berita tentang kesejahteraan ART di rumah Ustaz Riza dengan cepat menyebar di kalangan warga sekitar. Beberapa tetangga mulai meniru pola pengupahan yang ia terapkan dalam bisnis mereka. Hal ini menciptakan efek domino yang mendorong perubahan sosial di komunitas. Banyak keluarga ART yang kini berani menyekolahkan anaknya hingga lulus kuliah.

Para orang tua dari ART tidak lagi merasa khawatir ketika anaknya bekerja di tempat jauh. Mereka tahu bahwa putra-putri mereka diasuh oleh majikan yang berakhlak mulia. Bahkan banyak yang berdoa agar Ustaz Riza selalu dilimpahi keberkahan dan rezeki yang halal. Kebaikan yang ia tanam seolah-akan terus berbuah manis setiap waktu.

Beberapa mantan ART yang sudah berkeluarga juga sering berkunjung untuk bersilaturahmi. Mereka bangga pernah menjadi bagian dari rumah tangga Ustaz Riza. Kini mereka memiliki usaha mandiri atau bekerja di perusahaan besar berkat bekal pengalaman. Ia sangat bahagia melihat mereka berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

Pesan Moral untuk Masyarakat Luas

Ustaz Riza menyampaikan pesan agar semua orang tidak memandang sebelah mata profesi ART. Pekerjaan ini sama mulianya dengan profesi lainnya, karena mereka membantu meringankan beban rumah tangga. Upah layak serta hak-hak lainnya bukanlah belas kasihan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi. Kita semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti atas perlakuan terhadap mereka.

Ia juga mengajak para majikan untuk menjalin komunikasi terbuka dengan asistennya. Tanyakan kesulitan mereka, berikan dukungan emosional, serta hargai kerja kerasnya. Mulailah dengan hal kecil seperti menyapa dengan senyuman atau menanyakan kabar anaknya. Hubungan yang harmonis akan membawa energi positif ke dalam rumah tangga.

Kisah ini bukanlah untuk pamer atau mencari pujian, tetapi menjadi inspirasi bahwa berbagi dapat dilakukan dengan banyak cara. Memberdayakan orang lemah dengan pekerjaan serta pendidikan adalah investasi akhirat. Semakin banyak pengusaha atau orang kaya yang meniru pola Ustaz Riza, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat pesat.

Pada akhirnya, memiliki harta berlebih memiliki tanggung jawab besar di mata sosial. Ustaz Riza telah membuktikan bahwa kekayaan tidak hanya bersifat materi, tetapi juga amal jariah. Semoga teladan ini terus menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik secara konsisten dan tulus.

Baca Juga:
Raisa Go Public dengan Chef Mathis Molinie

Tinggalkan Balasan